Selayang Pandang

Gempa melanda DIY dan sekitar 27 Mei 2006 berpusat di Bantul. Sleman termsuk wilayah terdampak. Untuk pemulihan pasca gempa, hadir Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dengan tujuan utamanya rehabilitasi pasca bencana. Program ini dilaksanakan mulai 2006 dengan nama PPK Rehabilitasi Pasca Bencana (PPK RPB). Alokasi dana RPB sebesar 15 Milyard untuk 9 kecamatan. Adapun 9 kecamatan tersebut adalah Minggir, Seyegan, Godean, Gamping, Mlati, Depok, Berbah, Kalasan dan Prambanan. Sasaran utama dari program ini adalah pemulihan fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Peruntukan dana PPK RPB tahun 2006 untuk kegiatan Sarana Prasarana sebesar Rp 7.509.144.250,-, pendidikan Rp 1.360.996.400,-, kesehatan Rp 2.174.650.400,-, SPP Rp 3.205.750.000,-. Dari kegiatan tersebut juga dialokasikan untuk operasional desa Rp 437.183.000,- dan operasional Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Rp 312.275.850,-.

Tahun 2007 PPK berintegrasi menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat PPK (PNPM PPK). Dana BLM sebesar 8 Milyard untuk 9 kecamatan. Dari dana tersebut dimanfaatkan untuk sarana prasarana Rp 4.136.702.750,-, pendidikan Rp 926.095.200,-, kesehatan Rp 688.132.650,-, SPP Rp 1.850.450.000,-. Alokasi untuk operasional desa Rp 239.996.500,- dan operasional UPK Rp 158.622.900,-

Tahun 2008 program PNPM menjadi PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM MPd). Hanya 2 kecamatan yang mendapat program ini Prambanan dan Cangkringan. Program ini berlanjut hingga tahun 2014. Tahun 2008 dana BLM yang dialokasikan sebesar 2 Milyard. Tahun 2009 sebesar 2,9 Milyard. Tahun 2010 sebesar 2,25 Milyard. Tahun 2011 sebesar 7,235 Milyard. Tahun 2012 sebesar 6,415 Milyard.

Alokasi untuk perguliran SPP tahun 2006 dan 2007 sebesar Rp 5.056.200.000,- untuk sembilan Kecamatan. Tambahan untuk dua kecamatan Cangkringan dan Prambanan sebesar Rp 2.490.250.000,-. Sehingga total modal untuk kegiatan perguliran SPP sebesar Rp 7.546.450.000,- dengan alokasi untuk operasional UPK sebesar Rp 540.813.450,-. Sampai bulan Juni 2016 aset produktif dari UPK di Kabupaten Sleman sebesar Rp 30.154.088.550,- untuk kegiatan perguliran. Pertumbuhan modal yang ada untuk kegiatan perguliran sebesar Rp 22.607.638.550,- atau sebesar 299,58 %.

Sampai saat ini kelompok SPP yang dilayani UPK sebanyak 1.332 kelompok dengan pemanfaat 11.038 orang. Dimana kelompok awal dari SPP sebanyak 680 kelompok dengan pemanfaat berjumlah 6.093 orang. Berdasarkan data tersebut ada pengembangan jumlah kelompok sebanyak 652 kelompok dengan pertambahan pemanfaat sebanyak 7.990  orang.

Dana bergulir ini ternyata telah memberikan kesempatan kepada kelompok perempuan untuk mengembangkan usaha. Adanya kegiatan SPP, kini terbuka akses untuk mendapatkan tambahan modal. Kegiatan dana bergulir berusaha menyentuh masyarakat miskin produktif. Hasil dari kegiatan perguliran berupa alokasi surplus dimanfaatkan untuk membantu warga miskin absolut.

Pemerintah Kabupaten Sleman juga melakukan upaya-upaya untuk melindungi aset-aset hasil PPK dan PNPM MPd terutama dana bergulir. Hal ini dimaksudkan untuk melestarikan dan mengembangkan hasil-hasil PPK dan PNPM MPd. Adapun upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman untuk melindungi aset PPK dan PNPM MPd yaitu 1) menerbitkan Peraturan Bupati No. 16 tahun 2009, tentang Pelestarian dan Perlindungan program PNPM-MPd, 2) UPK ditetapkan melalui SK Bupati, 3) Telah ditetapkannya AD/ART BKAD dan SOP lembaga penunjang seperti, UPK, BP-UPK, TV, Tim Pemeliharaan dan Pelestarian dan Tim Penyehatan, 4) Dianggarkannya biaya operasional forum BKAD oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, 5) Menerbitkan peraturan Bupati Nomor 42.1 Tahun 2015  tentang Perlindungan dan Pelestarian Hasil Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan masyarakat Mandiri Perdesaan, 6) Mengalokasikan dana melalui APBD berupa DDUB untuk program PNPM MPd, 7) Fasilitasi pameran dan lain-lain.

Manfaat langsung bagi Pemerintah kabupaten Sleman, bahwa program PNPM-MPd ini sangat membantu program pemerintah. Terutama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran serta mendorong masyarakat mampu melakukan usaha melalui dana bergulir.